Jumat, 15 Juli 2011

INGAT NASEHAT

Ingat nasehat IBU,,, kita tak pernah tau nak, akan sebab hidup kita. Namun kita hanya bisa tau, cuma merasakannya.

ADA JAWAB

Sesuatu yang kita kira itu tidak akan terjadi, yang akhirnyapun akan terjadi tanpa di sadari. Dan kitapun bertanya tanya kenapa dan kenapa?.. Cobalah bertanya pada IBUmu, pasti ia akan menjawab !!

PERGILAH

Pergilah dengan meminta restu pada kedua orang tuamu (BAPAK DAN IBU) Agar kepergianmu mendapat doa keselamatan darinya.

SAMBUTLAH

Kusambut pagi dengan ria, terbangun dari tidur kubersikan tempat tidurku biar tak merepotkan kerjaan IBU, beranjak ke sumur tuk mandi. Selesai semua mau berangkat kerja tak lupa ku beri salam sama IBU, aku mohon pamit, sentuhan tangan yang lembut IBU seakan menggandengku sampai tujuan.

TIDURLAH ANAKKU

Tidurlah anakku jangan kamu main aja sudah malam waktunya tidur, besok kamu ngantuk. Tundalah kerjaanmu itu, masih ada hari esok untuk menyelesaikannya !.

IBU BERPESAN

Pesan IBU:
Biarkanlah yang sulit itu terjadi, pelajarilah perlahan jangan terlalu memaksakan diri yang terpenting hidupmu selalu tenang.

IBU BERKATA

IBUku berkata padaku: Anakku jadilah kamu hamba yang patuh pada ALLAH jadilah anak yang berbakti pada kedua orang tua, jadilah teman yang selalu ada buat sahabat2mu, jadilah orang yang setia pada pasanganmu, jadi orang yang terbaik buat semua orang.

Senin, 27 Juni 2011

TAK ADA HIDUP TANPA UJIAN

Tenang tentram dan bahagia. Walaupun masalah yang di hadapi ! Datang selalu silih berganti. Ingat !!! Hidup ini adalah ujian, tidak akan di katakan hidup, jika tiada ada ujian, kesabaran tawakal dan rendah. Takdir dengan akan diri kita.

TAK BERPIKIR

Kenapa orang merasa sakit saat jatuh?... Karena sebelumnya ia tidak pernah berfikir akan jatuh, Ia fikir akan bakal bisa terus berjalan lurus. Kalau kita sudah mempersiapkan diri bakal jatuh, saat jatuh beneran, rasa sakitnya tidak akan seberapa.

Kasih IBU sepanjang Masa

Kasih Ibu kepada kita, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi, tak berharap kembali, bagai sang surya menerangi dunia ini, IBU oh IBU...

Minggu, 26 Juni 2011

Ingin ngebahagiain IBU


Aku ingin ngebahagiain IBU, ingin ngebahagiain bapak, ingin 

 ingin ngebahagiain kk angkat dan kk kandung bilah ada, ingin ngebahagiain semuanya, termasuk csku, teman-temanku dan aku sayang keluargaku tentunya aku ingin menjadi sahabat dan teman yang baik, buat sahabat-sahabatku semua.

MOGA

Mungkin hanya lewat catatan inilah semoga bisa mawakili permintaan maafku untukmu IBU. Aku selalu mendoakanmu disetiap doa yang kupanjatkan setelah KU BERSUJUD (sembahyang).

TERSENYUM

IBU, jasamu tak terbalas dengan emas ataupun permata, intin ataupun berlian, keikhlasanmu biar ALLAH yang balas, memberi tak berharap kembali itulah. IBU kan selalu tersenyum.

Jumat, 24 Juni 2011

CUMA SAJA !

IBU... Hanya doa yang bisa kupersembahkan untukmu, karena jasamu tiada terbalas. Hanya tangiskulah sebagai saksi atas rasa cintaku padamu.

MOHON DOA & RESTU IBU

IBU, berikanlah anakmu doa & restu untuk menempuh jalan hidup ini, anakmu tak bisa berbuat apa-apa, hanya dengan doa & restumu IBU anakmu dapat meraih cita-cita. Hanya dengan doa & restumu aktivitas sehari-hari anakmu bisa berjalan lancar !

SANGAT PERLUH IBU KITA FUJI

Ada benar dan ngganya sang IBU ngga butuh pujian, sang IBU ngga butuh penghormatan, apakah itu benar ?.. Cuma saja sang IBU hanya butuh di hargai atas pengorbanan dan kasih sayangnya terhadap anak-anaknya.

TAK KUASA AKU MENDENGAR PENGORBANANMU IBU

Kisah dan cerita sudah jelas terpampang di sini, apakah yang harus kita lakukan bila kita menjadi sang ibu ?.. Tiap pengorbanan tak ada satu rasa yang harus mengeluh ataupun merasakan lelah, sang IBU tetap akan bersabar demi anak-anaknya biar bisa besar dan akan menjalani hidup yang lebih baik dari sang IBU yang mengorbankan tenaganya, sunggu IBU jasamu dan kebaikanmu tak akan terlupakan sampai akhir dunia ini.

Akhirnya Menjadi Ibu Setelah 18 kali Keguguran

Menjadi ibu adalah harapan setiap perempuan, tak terkecuali Angie Baker (33). Perempuan yang tinggal di Birghton, Inggris ini sudah 18 kali hamil namun semuanya berakhir dengan keguguran. 13 tahun kemudian sejak kehamilan pertamanya ia berhasil melahirkan bayi perempuan, Raiya.


"Raiya adalah sebuah keajaiban. Saya tidak bisa menjelaskan perasaan saya, tapi ini seperti mimpi. Buat saya Raiya sangat sempurna," kata Baker yang tak pernah putus harapan untuk memiliki bayi dari rahimnya.
Sebenarnya Baker berhasil hamil untuk ke-18 kalinya. Namun diketahui bahwa ia menderita diabetes dan memiliki kadar gula darah terlalu tinggi akibat steroid dalam pengobatan untuk keguguran sebelumnya. Untunglah Dr.Shehata mampu menyeimbangkan kadar insulinnya dan kehamilannya yang ke-19 berjalan lancar.
Keguguran berulang dapat menimbulkan tekanan mental dan rasa trauma bagi pasangan. "Banyak orang yang akhirnya menyerah setelah mengalami keguguran. Namun Baker selalu tersenyum dan itu membuat perjuangannya terasa lebih ringan," puji Dr.Shehata.
Dia menjelaskan, tingginya jumlah sel darah putih sering dialami oleh pasien keguguran berulang. Ia bersama enam dokter lain telah menangani 1000 pasien keguguran berulang sejak tahun 2004 dan 80 persennya berhasil.

Dari nara sumber.

IBU BERUSIA 5 TAHUN

Lina Medina (lahir 27 September 1933; umur 76 tahun) adalah ibu yang termuda yang pernah hidup dalam sejarah kedokteran, melahirkan dalam usia 5 tahun, 7 bulan dan 21 hari.

Lina lahir dan besar di Peru dengan sehat, namun Lina dibawa ke rumah sakit oleh orang tuanya saat berumur 5 tahun dikarenakan tubuhnya yang terus membesar.


Orang tuanya mengira Lina terkena tumor, namun dokternya mengatakan ia sedang hamil tujuh bulan. Dr. Gerardo Lozada akhirnya membawanya ke Lima, Peru, untuk pembedahan dan akhirnya dinyatakan bahwa Lina sedang hamil. Satu setengah bulan kemudian, tanggal 14 Mei, 1939, ia melahirkan seorang anak laki-laki melalui bedah caesar dikarenakan tulang kelangkangnya yang masih kecil.


Bedah ini dilakukan oleh Dr. Lozada dan Dr. Busalleu, bersama dengan Dr. Colretta yang menyiapkan anestesi. 


Berita ini dilaporkan secara detil oleh Dr. Edmundo Escomel untuk La Presse Medicale, bersama dengan informasi tambahan bahwa Lina telah mengalami menstruasi saat berusia 8 bulan (atau 2 1/2 tahun menurut sumber lain [1]), dan payudaranya telah berkembang sejak berumur 4 tahun. Dan dalam usia 5 tahun kelangkangannya telah melebar dan bertumbuhnya tulang.

Lina Medina.jpg
Lina Medina kehamila 7 setengah bulan

Anak laki-lakinya memiliki berat 2.7 kg saat lahir dan diberi nama Gerardo seperti nama dokternya. Gerardo mengira bahwa Lina adalah kakaknya, namun dalam usia 10 tahun ia baru mengetahui Lina adalah ibunya. Ia bertumbuh sehat namun di tahun 1979 ia meninggal dalam usia 40 tahun karena penyakit sumsum tulang.


Tidak ada bukti bagaimana Lina bisa hamil, namun ia tetap tidak memberitahu siapa ayah dari Gerardo. Ayah Lina sempat ditahan dengan tuduhan pemerkosaan, namun akhirnya dilepaskan setelah tidak ditemukannya bukti. Medina akhirnya menikah dengan Raúl Jurado, yang merupakan ayah dari anak kedua mereka yang lahir di tahun 1972. Mereka tinggal di perumahan kumuh di Chicago Chico ("Little Chicago"). Ia menolak pembicaraan dengan Reuters di tahun 2002.


Saat remaja ia bekerja sebagai sekretaris di klinik Dr. Gerardo Lozada di Lima, dokter yang membedahnya. Lozada menyekolahkannya, dan juga menolong anaknya bersekolah sampai SMP.
Ada dua foto yang disebarluaskan. Foto pertama diambil sekitar bulan April tahun 1939, ketika Medina sedang hamil tujuh setengah bulan. Foto ini diambil dari samping sebelah kiri dari Medina. Ini adalah foto yang disebarluaskan saat kehamilannya. Foto ini membuktikan kehamilan Medina dan pertumbuhannya.

CERITA KISAH SI IBU PENJUAL TEMPE

Suatu pagi di sebuah perkampungan miskin. Tampak seorang ibu dengan penuh semangat sedang membikin adonan untuk membuat tempe, pekerjaan membuat dan menjual tempe telah digeluti selama bertahun-tahun sepeninggal suaminya.

Saat membuat adonan, sesekali pikirannya menerawang pada sepucuk surat yang baru diterima dari putranya yang sedang menuntut ilmu di rantau orang.

Dalam surat itu tertulis, “Bunda tercinta, dengan berat hati, ananda mohon maaf harus mohon dikirim uang kuliah agar dapat mengikuti ujian akhir. Ananda mengerti bahwa bunda telah berkorban begitu banyak untuk saya. Ananda berharap secepatnya menyelesaikan tugas belajar agar bisa menggantikan bunda memikul tanggung jawab keluarga dan membahagiakan bunda. Teriring salam sayang dari anakmu yang jauh.”

Dua hari lagi adalah hari pasaran, biasanya tempe hasil buatan si ibu dibawa ke pasar untuk dijual. Kali ini, tempe yang dibuat dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya, dengan harapan mendapatkan lebih banyak uang sehingga bisa mengirimkan ke anaknya.

Sehari menjelang hari pasar, hati dan pikiran si ibu panik karena tempe buatannya tidak jadi, entah karena konsentrasi yang tidak penuh atau porsi tempe yang dibuat melebihi biasanya. Kemudian si ibu pun berdoa dgn khusuk di sela-sela waktu yang tersisa menjelang keberangkatannya ke pasar, memohon kepada Allah diberi kemujizatan agar tempenya siap dijual dalam keadaan jadi. Tetapi sampai tibanya dia di pasar, tempenya tetap belum jadi.

Sepanjang hari itu dagangannya tidak laku terjual. Si ibu tertunduk sedih, matanya berkaca-kaca membayangkan nasib anaknya yang bakal tidak bisa mengikuti ujian. Saat hari pasar hampir usai para pedagang lain pun mulai meninggalkan pasar, tiba-tiba datang seorang ibu berjalan dengan tergesa-gesa,

“Bu, saya nyari tempe yang belum jadi, dari tadi nggak ada, ibu tahu saya harus cari ke mana?”
“Untuk apa tempe belum jadi kok dicari?” tanya si penjual heran.
“Saya mau membeli untuk dikirim ke anak saya di luar kota, dia sedang ngidam tempe khas kota ini,” kata ibu calon pembeli.

Ibu penjual tempe ternganga mendengar kata-kata yang baru didengarnya, seakan tak percaya pada nasib baiknya, seolah tangan Allah memberi kemurahan kepadanya.

Akhirnya tempe dagangannya diborong habis tanpa sisa. Dia begitu senang, bersyukur dan menambah keyakinan bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan diri umatnya selama manusia itu sendiri tidak putus asa dan tetap berjuang.

Kekuatan berusaha dan berdoa.

Pepatah kuno menyatakan, ora et labo`ra, berusaha dan berdoa. Memang, doa dan usaha harus seiring dan sejalan dalam perjalanan hidup setiap manusia.

Doa dibutuhkan untuk mengingatkan kita agar senantiasa menapak langkah di jalan benar yang diridhoi oleh Allah Yang Maha Kuasa dan tetap mampu bersikap sabar, gigih, dan ulet saat menghadapi segala macam halangan, rintangan dan cobaan.