Senin, 27 Juni 2011
TAK BERPIKIR
Kenapa orang merasa sakit saat jatuh?... Karena sebelumnya ia tidak pernah berfikir akan jatuh, Ia fikir akan bakal bisa terus berjalan lurus. Kalau kita sudah mempersiapkan diri bakal jatuh, saat jatuh beneran, rasa sakitnya tidak akan seberapa.
Kasih IBU sepanjang Masa
Kasih Ibu kepada kita, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi, tak berharap kembali, bagai sang surya menerangi dunia ini, IBU oh IBU...
Minggu, 26 Juni 2011
Ingin ngebahagiain IBU
Aku ingin ngebahagiain IBU, ingin ngebahagiain bapak, ingin
ingin ngebahagiain kk angkat dan kk kandung bilah ada, ingin ngebahagiain semuanya, termasuk csku, teman-temanku dan aku sayang keluargaku tentunya aku ingin menjadi sahabat dan teman yang baik, buat sahabat-sahabatku semua.MOGA
Mungkin hanya lewat catatan inilah semoga bisa mawakili permintaan maafku untukmu IBU. Aku selalu mendoakanmu disetiap doa yang kupanjatkan setelah KU BERSUJUD (sembahyang).
TERSENYUM
IBU, jasamu tak terbalas dengan emas ataupun permata, intin ataupun berlian, keikhlasanmu biar ALLAH yang balas, memberi tak berharap kembali itulah. IBU kan selalu tersenyum.
Jumat, 24 Juni 2011
CUMA SAJA !
IBU... Hanya doa yang bisa kupersembahkan untukmu, karena jasamu tiada terbalas. Hanya tangiskulah sebagai saksi atas rasa cintaku padamu.
MOHON DOA & RESTU IBU
IBU, berikanlah anakmu doa & restu untuk menempuh jalan hidup ini, anakmu tak bisa berbuat apa-apa, hanya dengan doa & restumu IBU anakmu dapat meraih cita-cita. Hanya dengan doa & restumu aktivitas sehari-hari anakmu bisa berjalan lancar !
SANGAT PERLUH IBU KITA FUJI
Ada benar dan ngganya sang IBU ngga butuh pujian, sang IBU ngga butuh penghormatan, apakah itu benar ?.. Cuma saja sang IBU hanya butuh di hargai atas pengorbanan dan kasih sayangnya terhadap anak-anaknya.
TAK KUASA AKU MENDENGAR PENGORBANANMU IBU
Kisah dan cerita sudah jelas terpampang di sini, apakah yang harus kita lakukan bila kita menjadi sang ibu ?.. Tiap pengorbanan tak ada satu rasa yang harus mengeluh ataupun merasakan lelah, sang IBU tetap akan bersabar demi anak-anaknya biar bisa besar dan akan menjalani hidup yang lebih baik dari sang IBU yang mengorbankan tenaganya, sunggu IBU jasamu dan kebaikanmu tak akan terlupakan sampai akhir dunia ini.
Akhirnya Menjadi Ibu Setelah 18 kali Keguguran
Menjadi ibu adalah harapan setiap perempuan, tak terkecuali Angie Baker (33). Perempuan yang tinggal di Birghton, Inggris ini sudah 18 kali hamil namun semuanya berakhir dengan keguguran. 13 tahun kemudian sejak kehamilan pertamanya ia berhasil melahirkan bayi perempuan, Raiya.
"Raiya adalah sebuah keajaiban. Saya tidak bisa menjelaskan perasaan saya, tapi ini seperti mimpi. Buat saya Raiya sangat sempurna," kata Baker yang tak pernah putus harapan untuk memiliki bayi dari rahimnya.
Sebenarnya Baker berhasil hamil untuk ke-18 kalinya. Namun diketahui bahwa ia menderita diabetes dan memiliki kadar gula darah terlalu tinggi akibat steroid dalam pengobatan untuk keguguran sebelumnya. Untunglah Dr.Shehata mampu menyeimbangkan kadar insulinnya dan kehamilannya yang ke-19 berjalan lancar.

Keguguran berulang dapat menimbulkan tekanan mental dan rasa trauma bagi pasangan. "Banyak orang yang akhirnya menyerah setelah mengalami keguguran. Namun Baker selalu tersenyum dan itu membuat perjuangannya terasa lebih ringan," puji Dr.Shehata.
Dia menjelaskan, tingginya jumlah sel darah putih sering dialami oleh pasien keguguran berulang. Ia bersama enam dokter lain telah menangani 1000 pasien keguguran berulang sejak tahun 2004 dan 80 persennya berhasil.
Dari nara sumber.
IBU BERUSIA 5 TAHUN
Lina Medina (lahir 27 September 1933; umur 76 tahun) adalah ibu yang termuda yang pernah hidup dalam sejarah kedokteran, melahirkan dalam usia 5 tahun, 7 bulan dan 21 hari.
Lina lahir dan besar di Peru dengan sehat, namun Lina dibawa ke rumah sakit oleh orang tuanya saat berumur 5 tahun dikarenakan tubuhnya yang terus membesar.
Orang tuanya mengira Lina terkena tumor, namun dokternya mengatakan ia sedang hamil tujuh bulan. Dr. Gerardo Lozada akhirnya membawanya ke Lima, Peru, untuk pembedahan dan akhirnya dinyatakan bahwa Lina sedang hamil. Satu setengah bulan kemudian, tanggal 14 Mei, 1939, ia melahirkan seorang anak laki-laki melalui bedah caesar dikarenakan tulang kelangkangnya yang masih kecil.
Bedah ini dilakukan oleh Dr. Lozada dan Dr. Busalleu, bersama dengan Dr. Colretta yang menyiapkan anestesi.
Berita ini dilaporkan secara detil oleh Dr. Edmundo Escomel untuk La Presse Medicale, bersama dengan informasi tambahan bahwa Lina telah mengalami menstruasi saat berusia 8 bulan (atau 2 1/2 tahun menurut sumber lain [1]), dan payudaranya telah berkembang sejak berumur 4 tahun. Dan dalam usia 5 tahun kelangkangannya telah melebar dan bertumbuhnya tulang.

Lina Medina kehamila 7 setengah bulan
Anak laki-lakinya memiliki berat 2.7 kg saat lahir dan diberi nama Gerardo seperti nama dokternya. Gerardo mengira bahwa Lina adalah kakaknya, namun dalam usia 10 tahun ia baru mengetahui Lina adalah ibunya. Ia bertumbuh sehat namun di tahun 1979 ia meninggal dalam usia 40 tahun karena penyakit sumsum tulang.
Tidak ada bukti bagaimana Lina bisa hamil, namun ia tetap tidak memberitahu siapa ayah dari Gerardo. Ayah Lina sempat ditahan dengan tuduhan pemerkosaan, namun akhirnya dilepaskan setelah tidak ditemukannya bukti. Medina akhirnya menikah dengan Raúl Jurado, yang merupakan ayah dari anak kedua mereka yang lahir di tahun 1972. Mereka tinggal di perumahan kumuh di Chicago Chico ("Little Chicago"). Ia menolak pembicaraan dengan Reuters di tahun 2002.
Saat remaja ia bekerja sebagai sekretaris di klinik Dr. Gerardo Lozada di Lima, dokter yang membedahnya. Lozada menyekolahkannya, dan juga menolong anaknya bersekolah sampai SMP.
Ada dua foto yang disebarluaskan. Foto pertama diambil sekitar bulan April tahun 1939, ketika Medina sedang hamil tujuh setengah bulan. Foto ini diambil dari samping sebelah kiri dari Medina. Ini adalah foto yang disebarluaskan saat kehamilannya. Foto ini membuktikan kehamilan Medina dan pertumbuhannya.
Lina lahir dan besar di Peru dengan sehat, namun Lina dibawa ke rumah sakit oleh orang tuanya saat berumur 5 tahun dikarenakan tubuhnya yang terus membesar.
Orang tuanya mengira Lina terkena tumor, namun dokternya mengatakan ia sedang hamil tujuh bulan. Dr. Gerardo Lozada akhirnya membawanya ke Lima, Peru, untuk pembedahan dan akhirnya dinyatakan bahwa Lina sedang hamil. Satu setengah bulan kemudian, tanggal 14 Mei, 1939, ia melahirkan seorang anak laki-laki melalui bedah caesar dikarenakan tulang kelangkangnya yang masih kecil.
Bedah ini dilakukan oleh Dr. Lozada dan Dr. Busalleu, bersama dengan Dr. Colretta yang menyiapkan anestesi.
Berita ini dilaporkan secara detil oleh Dr. Edmundo Escomel untuk La Presse Medicale, bersama dengan informasi tambahan bahwa Lina telah mengalami menstruasi saat berusia 8 bulan (atau 2 1/2 tahun menurut sumber lain [1]), dan payudaranya telah berkembang sejak berumur 4 tahun. Dan dalam usia 5 tahun kelangkangannya telah melebar dan bertumbuhnya tulang.
Lina Medina kehamila 7 setengah bulan
Anak laki-lakinya memiliki berat 2.7 kg saat lahir dan diberi nama Gerardo seperti nama dokternya. Gerardo mengira bahwa Lina adalah kakaknya, namun dalam usia 10 tahun ia baru mengetahui Lina adalah ibunya. Ia bertumbuh sehat namun di tahun 1979 ia meninggal dalam usia 40 tahun karena penyakit sumsum tulang.
Tidak ada bukti bagaimana Lina bisa hamil, namun ia tetap tidak memberitahu siapa ayah dari Gerardo. Ayah Lina sempat ditahan dengan tuduhan pemerkosaan, namun akhirnya dilepaskan setelah tidak ditemukannya bukti. Medina akhirnya menikah dengan Raúl Jurado, yang merupakan ayah dari anak kedua mereka yang lahir di tahun 1972. Mereka tinggal di perumahan kumuh di Chicago Chico ("Little Chicago"). Ia menolak pembicaraan dengan Reuters di tahun 2002.
Saat remaja ia bekerja sebagai sekretaris di klinik Dr. Gerardo Lozada di Lima, dokter yang membedahnya. Lozada menyekolahkannya, dan juga menolong anaknya bersekolah sampai SMP.
Ada dua foto yang disebarluaskan. Foto pertama diambil sekitar bulan April tahun 1939, ketika Medina sedang hamil tujuh setengah bulan. Foto ini diambil dari samping sebelah kiri dari Medina. Ini adalah foto yang disebarluaskan saat kehamilannya. Foto ini membuktikan kehamilan Medina dan pertumbuhannya.
CERITA KISAH SI IBU PENJUAL TEMPE
Suatu pagi di sebuah perkampungan miskin. Tampak seorang ibu dengan penuh semangat sedang membikin adonan untuk membuat tempe, pekerjaan membuat dan menjual tempe telah digeluti selama bertahun-tahun sepeninggal suaminya.
Saat membuat adonan, sesekali pikirannya menerawang pada sepucuk surat yang baru diterima dari putranya yang sedang menuntut ilmu di rantau orang.
Dalam surat itu tertulis, “Bunda tercinta, dengan berat hati, ananda mohon maaf harus mohon dikirim uang kuliah agar dapat mengikuti ujian akhir. Ananda mengerti bahwa bunda telah berkorban begitu banyak untuk saya. Ananda berharap secepatnya menyelesaikan tugas belajar agar bisa menggantikan bunda memikul tanggung jawab keluarga dan membahagiakan bunda. Teriring salam sayang dari anakmu yang jauh.”
Dua hari lagi adalah hari pasaran, biasanya tempe hasil buatan si ibu dibawa ke pasar untuk dijual. Kali ini, tempe yang dibuat dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya, dengan harapan mendapatkan lebih banyak uang sehingga bisa mengirimkan ke anaknya.
Sehari menjelang hari pasar, hati dan pikiran si ibu panik karena tempe buatannya tidak jadi, entah karena konsentrasi yang tidak penuh atau porsi tempe yang dibuat melebihi biasanya. Kemudian si ibu pun berdoa dgn khusuk di sela-sela waktu yang tersisa menjelang keberangkatannya ke pasar, memohon kepada Allah diberi kemujizatan agar tempenya siap dijual dalam keadaan jadi. Tetapi sampai tibanya dia di pasar, tempenya tetap belum jadi.
Sepanjang hari itu dagangannya tidak laku terjual. Si ibu tertunduk sedih, matanya berkaca-kaca membayangkan nasib anaknya yang bakal tidak bisa mengikuti ujian. Saat hari pasar hampir usai para pedagang lain pun mulai meninggalkan pasar, tiba-tiba datang seorang ibu berjalan dengan tergesa-gesa,
“Bu, saya nyari tempe yang belum jadi, dari tadi nggak ada, ibu tahu saya harus cari ke mana?”
“Untuk apa tempe belum jadi kok dicari?” tanya si penjual heran.
“Saya mau membeli untuk dikirim ke anak saya di luar kota, dia sedang ngidam tempe khas kota ini,” kata ibu calon pembeli.
Ibu penjual tempe ternganga mendengar kata-kata yang baru didengarnya, seakan tak percaya pada nasib baiknya, seolah tangan Allah memberi kemurahan kepadanya.
Akhirnya tempe dagangannya diborong habis tanpa sisa. Dia begitu senang, bersyukur dan menambah keyakinan bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan diri umatnya selama manusia itu sendiri tidak putus asa dan tetap berjuang.
Kekuatan berusaha dan berdoa.
Pepatah kuno menyatakan, ora et labo`ra, berusaha dan berdoa. Memang, doa dan usaha harus seiring dan sejalan dalam perjalanan hidup setiap manusia.
Doa dibutuhkan untuk mengingatkan kita agar senantiasa menapak langkah di jalan benar yang diridhoi oleh Allah Yang Maha Kuasa dan tetap mampu bersikap sabar, gigih, dan ulet saat menghadapi segala macam halangan, rintangan dan cobaan.
KISAH IBU & ANAK
Ini cerita sudah banyak beredar di internet (blog, milis, forum dll). Tak jelas benar siapa pengarang aslinya. Yang jelas tulisan ini sangatlah keren: Singkat tapi tetap menyentuh. Semoga para pembaca bisa mengambil hikma dari cerita ini bila menyentuh hati, untuk lebih menyayangi Ibu kita.
Suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur Ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya Setelah sang ibu mengeringkan tangannya dengan celemek Ia pun membaca tulisan itu dan inilah isinya:
Suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur Ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya Setelah sang ibu mengeringkan tangannya dengan celemek Ia pun membaca tulisan itu dan inilah isinya:
- Untuk memotong rumput 2000 Rupiah
- Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini 1000 Rupiah
- Untuk pergi ke toko disuruh ibu 500 Rupiah
- Untuk menjaga adik waktu ibu belanja 1500 Rupiah
- Untuk membuang sampah 500 Rupiah
- Untuk nilai yang bagus 5000 Rupiah
- Untuk membersihkan dan menyapu halaman 2000 Rupiah
- Jadi jumlah utang ibu adalah 12.000 Rupiah
Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap Berbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu Lalu ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya Dan inilah yang ia tuliskan:
- Untuk sembilan bulan ibu mengandung kamu, gratis
- Untuk semua malam ibu menemani kamu, gratis
- Mengobati kamu dan mendoakan kamu, gratis
- Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, gratis
- Untuk semua mainan, makanan, dan baju, gratis
- Kalau dijumlahkan semua, harga cinta ibu adalah gratis
- Anakku.. Dan kalau kamu menjumlahkan semuanya apa yang telah ibu lakukan, akan kau dapati bahwa harga cinta ibu adalah GRATIS
Seusai membaca apa yang ditulis ibunya Sang anak pun berlinang air mata dan menatap wajah ibunya Dan berkata: “Bu, aku sayang sekali sama ibu” Kemudian ia mengambil pulpen Dan menulis sebuah kata dengan huruf-huruf besar: “LUNAS”.
ANTARA IBU DENGAN KITA
- Ketika berusia setahun, ibu suapkan makanan dan mandikan kita. Cara kita ucapkan terima kasih kepadanya hanyalah dengan menangis sepanjang malam.
- Apabila berusia 2 tahun, ibu mengajar kita bermain. Kita ucapkan terima kasih dengan lari sambil ketawa apabila dipanggil.
- Menjelang usia kita 3 tahun, ibu menyediakan makanan dengan penuh rasa kasih sayang. Kita ucapkan terima kasih dengan menumpahkan makanan ke lantai.
- Ketika berusia 4 tahun, ibu membelikan sekotak pensil warna. Kita ucapkan terima kasih dengan menconteng dinding.
- Berusia 5 tahun, ibu membelikan sepasang pakaian baru. Kita ucapkan terima kasih dengan bergolek-golek dalam lopak kotor.
- Setelah berusia 6 tahun, ibu memimpin tangan kita ke sekolah. Kita ucapkan terima kasih dengan menjerit; Gak mau ! Gak mau !
- Apabila berusia 7 tahun, ibu belikan sebuah bola, kita ucapkan terima kasih dengan pecahkan cermin .
- Menjelang usia 8 tahun, ibu belikan eskrim. Kita ucapkan terima kasih dengan mengotorkan pakaian ibu.
- Ketika berusia 9 tahun, ibu mengantar ke sekolah. Kita ucapkan terima kasih dengan bolos sekolah.
- Berusia 10 tahun, ibu menghabiskan sehari suntuk menemani kita kemana saja, kita ucapkan terima kasih dengan tidak bertegur sapa dengannya.
- Apabila berusia 12 tahun, ibu menyuruh membuat tugas sekolah. Kita ucapkan terima kasih dengan menonton televisi
- Menjelang usia 13 tahun, ibu suruh pakai pakaian menutupi aurat. Kita ucapkan terima kasih dengan menyatakan pakaian itu ketinggalan zaman.
- Ketika berusia 14 tahun, ibu terpaksa mengikat perut membayar uang asrama, kita ucapkan terima kasih dengan tidak menulis sepucuk suratpun.
- Berusia 15 tahun, ibu pulang dari kerja dan rindu pelukan terima kasih dengan mengunci pintu pulang.
- Menjelang usia 18 tahun, ibu menangis gembira bila kita diterima masuk PTN .Kita ucapkan terima kasih dengan bersuka ria dengan kawan-kawan.
- Ketika berusia 19 tahun, ibu bersusah payah bayar iuran pengajian, mengantar ke kampus dan tas berat ke asrama. Kita ucap selamat jalan pada ibu di luar asrama kerana malu dengan kawan-kawan.
- Berusia 20 tahun, ibu tanya kita ada teman istimewa, kita berkata, “itu bukan urusan ibu.”
- Setelah berusia 21 tahun,ibu coba memberikan pandangan mengenai kerja, kita kata, “saya tak mau jadi seperti ibu.”
- apabila berusia 22-23 tahun, ibu membelikan perabot untuk rumah kita, kita berkata, pilihan ibu jelek, tidak cocok buat saya
- Menjelang usia 24, ibu bertemu bakal menantu dan bertanya mengenai rencana masa depan. Kita merengut, “ibu, tolonglah...!”
- Ketika berusia 25 tahun, ibu bersusah payah menanggung biaya perkawinan kita.Kita ucapkan terima kasih dengan pindah ke tempat yang jauh.
- Pada usia 30 tahun, ibu menelepon memberi nasihat dan petuah mengenai perawatan bayi, kita malah berkata, itu dulu sekarang zaman moden.
- Ketika berusia 40 tahun, ibu mengingatkan mengenai kenduri di kampung, kita berkata sibuk, tak ada waktu untuk datang.
- Apabila berusia 50 tahun, ibu jatuh sakit dan minta kita menjaganya, kita bercerita tentang kesibukan dan kisah ibu bapak yang menjadi beban.
- Dan kemudian, kita mendapat berita kematian ibu. Kabar itu bagai petir. Dalam lelehan air mata, barulah segala perbuatan kita terhadap ibu menerpa satu persatu.
Moga bermanfaat, ini hasil dari copi paste karena bagi penulis sangatlah bermanfaat biarkanlah apa yang selama ini penulis lihat untuk di tampung, mohon memakluminya :)...
KESAN & DOAKU TUK IBU
IBU adalah belahan jiwa yang tak dapat terpisahkan dari detak jantung di dalam dada ini. Karena IBU sangatlah berarti dalam hidup ini. Walupun ia sudah tak berada lagi disisi, namun ia akan selalu tetap di hati, dan akan selalu ada disetiap langka-langka yang ku jalani. I Love Mom, IBU moga tenang dialam surgamu dan kan selalu dikelilingi dengan orang orang yang beriman. Amiiin.
PESAN IBU
Apa bila aku sudah tua, sudah bukanlah aku yang dulu, harap mengertilah aku, hadapilah aku dengan sabar. Apa bila aku dengan tidak sengaja tumpahkan sayur di badan sendiri, dan apa bila aku lupa bagaimana untuk mengikat tali sepatu, pikirkanlah dulu waktu kamu waktu kecil bagaimana aku mengajarkan kamu dengan sabar untuk semua itu. I Love Mom :)
IBU MAAF
Mungkin dulu hatiku seperti sekarang, pasti tak akan menyesal, aku yang pernah membantah suruhannya mengelak pergi tak peduli hingga aku tak peduli keadaan IBU, kini akhirnya aku sadar IBU maafkan anakmu yang telah bersalah padamu.
RINDU
IBU anakmu disini, jauh darimu bahkan lebih jauh lagi dari penglihatanku, tapi sayang IBU, IBU, IBUUU,, percuma anakmu teriak kuat kuat disini, tapi aku yakin IBU pasti mendengar teriakan anaknya, walau IBUnya sudah tiada untuk selamanya.
SADAR
Ingat ajaran guru, bahwa surga itu ada di telapak kaki IBU !
HARGAI IBU
Hargai dan hormatilah ibu kita sobat, selagi dia ada di dunia ini, sayangilah ibumu selayaknya ibumu menyayagi dirimu di masa kecil dulu. Coba kita renungkan sejenak apa yang sudah kita rasa dan di berikan kepada kedua orangtua kita saat ini. Teteskanlah air matamu sedikit saja untuk menyejukkan hati yang bayak dosa, yang kau perbuat disaat sengaja atau tak di sengaja.
PIKIRKAN
Renungkan sejenak sobat, pernahkah terlintas dipikiran hati kecilmu untuk membahagiakan orang tua, untuk meyenangkan hatinya kini sampai dimasa tuanya atau mungkin akan kau jadikan seorang pembantu, suruh ngasuh anak-anak kamu meyediakan sarapan setiap hari. Mengapa di dunia ini masih ada orang yang seperti itu ??...
MENGINGAT IBU
Saat kuingat denganmu IBU, kau sayangi anakmu ini dengan keikhlasan hatimu, kau cintai aku, kau sayangi aku, tanpa ada kata lelah sedikitpun. Maafkanlah anakmu ini dan ampunilah segala dosa-dosa yang pernah aku lakukan, aku sayang IBU, aku cinta IBU, terimakasih IBU, segala pengorbanan yang kau berikan untuk anakmu ini, terimakasih. IBUku tersayang.
MAKASIH IBU
IBU, terimakasih untuk kasih dan sayangmu yang tak pernah usai, tulus cinta dan kasihmu tak akan ada yang mampu untuk membalasnya, IBU semoga TUHAN memberikan kedamaian dalam hidupmu, putih kasihmu akan selalu abadi dalam hidupku. Aku sayang IBU untuk selamanya.
IBUKU SAYANG
Disinilah aku akan selalu mengenang jasaMU, IBU untuk kebaikanMU, untuk budi pekertiMU, untuk dan dari belaian dan kasih sayangMU, kau yang telah didik aku, kau yang telah menjadikan aku sepintar seperti ini. IBU namaMU akan selalu melekat sampai menutup usiaku.
FUJIANKU UNTUKMU IBU
IBU adalah guru, IBU adalah permata hidup, IBU adalah sang pengasih dan penyang, tanpa kata itu hanya bibir yang tak mau bicara, tapi batin tetap bicara dengan lemah, lembut untuk menyayangi. IBU adalah segalahnya dalam kehidupanku.
Langganan:
Postingan (Atom)