Jumat, 24 Juni 2011

ANTARA IBU DENGAN KITA

  • Ketika berusia setahun, ibu suapkan makanan dan mandikan kita. Cara kita ucapkan terima kasih kepadanya hanyalah dengan menangis sepanjang malam.
  • Apabila berusia 2 tahun, ibu mengajar kita bermain. Kita ucapkan terima kasih dengan lari sambil ketawa apabila dipanggil.
  • Menjelang usia kita 3 tahun, ibu menyediakan makanan dengan penuh rasa kasih sayang. Kita ucapkan terima kasih dengan menumpahkan makanan ke lantai.
  • Ketika berusia 4 tahun, ibu membelikan sekotak pensil warna. Kita ucapkan terima kasih dengan menconteng dinding.
  • Berusia 5 tahun, ibu membelikan sepasang pakaian baru. Kita ucapkan terima kasih dengan bergolek-golek dalam lopak kotor.
  • Setelah berusia 6 tahun, ibu memimpin tangan kita ke sekolah. Kita ucapkan terima kasih dengan menjerit; Gak mau ! Gak mau !
  • Apabila berusia 7 tahun, ibu belikan sebuah bola, kita ucapkan terima kasih dengan pecahkan cermin .
  • Menjelang usia 8 tahun, ibu belikan eskrim. Kita ucapkan terima kasih dengan mengotorkan pakaian ibu.
  • Ketika berusia 9 tahun, ibu mengantar ke sekolah. Kita ucapkan terima kasih dengan bolos sekolah.
  • Berusia 10 tahun, ibu menghabiskan sehari suntuk menemani kita kemana saja, kita ucapkan terima kasih dengan tidak bertegur sapa dengannya.
  • Apabila berusia 12 tahun, ibu menyuruh membuat tugas sekolah. Kita ucapkan terima kasih dengan menonton televisi
  • Menjelang usia 13 tahun, ibu suruh pakai pakaian menutupi aurat. Kita ucapkan terima kasih dengan menyatakan pakaian itu ketinggalan zaman.
  • Ketika berusia 14 tahun, ibu terpaksa mengikat perut membayar uang asrama, kita ucapkan terima kasih dengan tidak menulis sepucuk suratpun.
  • Berusia 15 tahun, ibu pulang dari kerja dan rindu pelukan terima kasih dengan mengunci pintu pulang.
  • Menjelang usia 18 tahun, ibu menangis gembira bila kita diterima masuk PTN .Kita ucapkan terima kasih dengan bersuka ria dengan kawan-kawan.
  • Ketika berusia 19 tahun, ibu bersusah payah bayar iuran pengajian, mengantar ke kampus dan tas berat ke asrama. Kita ucap selamat jalan pada ibu di luar asrama kerana malu dengan kawan-kawan.
  • Berusia 20 tahun, ibu tanya kita ada teman istimewa, kita berkata, “itu bukan urusan ibu.”
  • Setelah berusia 21 tahun,ibu coba memberikan pandangan mengenai kerja, kita kata, “saya tak mau jadi seperti ibu.”
  • apabila berusia 22-23 tahun, ibu membelikan perabot untuk rumah kita, kita berkata, pilihan ibu jelek, tidak cocok buat saya
  • Menjelang usia 24, ibu bertemu bakal menantu dan bertanya mengenai rencana masa depan. Kita merengut, “ibu, tolonglah...!”
  • Ketika berusia 25 tahun, ibu bersusah payah menanggung biaya perkawinan kita.Kita ucapkan terima kasih dengan pindah ke tempat yang jauh.
  • Pada usia 30 tahun, ibu menelepon memberi nasihat dan petuah mengenai perawatan bayi, kita malah berkata, itu dulu sekarang zaman moden.
  • Ketika berusia 40 tahun, ibu mengingatkan mengenai kenduri di kampung, kita berkata sibuk, tak ada waktu untuk datang.
  • Apabila berusia 50 tahun, ibu jatuh sakit dan minta kita menjaganya, kita bercerita tentang kesibukan dan kisah ibu bapak yang menjadi beban.
  • Dan kemudian, kita mendapat berita kematian ibu. Kabar itu bagai petir. Dalam lelehan air mata, barulah segala perbuatan kita terhadap ibu menerpa satu persatu.


    Moga bermanfaat, ini hasil dari copi paste karena bagi penulis sangatlah bermanfaat biarkanlah apa yang selama ini penulis lihat untuk di tampung, mohon memakluminya :)...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar